Jamal, Petani Garam Asal Desa Pinggirpapas kecmatan Kalianget menjelaskan pihaknya mengaku kecewa kepada pemerintah dan juga perusahaan yang menaikkan harga garam di saat stok sudah habis. Menurutnya Untuk apa harga naik, kalau tidak ada garamnya.
Akibatnya, kenaikan harga itu tidak memberikan manfaat kepada masyarakat. Itu lantaran tidak bisa melakukan penjualan. Dirinya menduga kalau kenaikan harga merupakan permainan dari pemerintah dan perusahaan. Sebab, itu digunakan untuk impor garam.
Jamal menuturkan, saat petani stok garamnya masih banyak, harga garam mencapai 500 ribu saja bahkan dibawahnya, semetara saat ini stok garam sudah habis dan naik hingga 800 ribu pertonnya. (Sul)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Facebook